Transformasi Studi Islam dan Moderasi Beragama di Era Artificial Intelligence (AI): Rekonstruksi Epistemologi, Kurikulum, dan Pembelajaran di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Kata Kunci:
Artificial Intelligence; Studi Islam; Moderasi Beragama; Islamic Augmented Epistemology; PTKI.Abstrak
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mentransformasi pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam struktur keilmuan, pembelajaran, dan otoritas pengetahuan keagamaan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model rekonstruksi Studi Islam dan moderasi beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dan conceptual research terhadap publikasi terindeks Scopus periode 2020–2026, didukung Dimensions, Web of Science, dan Google Scholar. Analisis dilakukan melalui content, comparative, dan thematic analysis serta konstruksi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mendorong digitalisasi sumber keislaman, pembelajaran berbasis AI, dan layanan keagamaan digital. Penelitian menghasilkan model Islamic Augmented Epistemology (IAE) yang mengintegrasikan Bayani, Burhani, Irfani, dan AI. Moderasi beragama diperkuat melalui literasi AI, literasi digital Islam, etika AI, dan Hybrid AI–Human Learning. AI mendukung aspek kognitif dan analitis, sedangkan dimensi moral, afektif, dan spiritual tetap memerlukan peran manusia. Integrasi epistemologi Islam, inovasi kurikulum, dan pembelajaran hybrid berbasis nilai wasathiyah menjadi strategi penguatan moderasi beragama di PTKI





