Strategi Kepala RA Membangun Budaya Lembaga Pendidikan Dasar Islam
DOI:
https://doi.org/10.1212/js.v5i2.161Kata Kunci:
Strategi, Kepemimpinan, Budaya Lembaga Dasar Pendidikan IslamAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala Raudhatul Athfal (RA) dalam membangun budaya lembaga pendidikan Islam di RA Al-Huda Ploso Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala RA, guru, serta pihak terkait dalam penyelenggaraan lembaga. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala RA dalam membangun budaya lembaga dilakukan melalui enam praktik utama, yaitu penegasan nilai dan arah lembaga, keteladanan kepala RA, pembiasaan nilai-nilai keislaman dan kedisiplinan, pembinaan guru, penguatan komunikasi dan kolaborasi, serta evaluasi secara berkelanjutan. Keteladanan menjadi dasar penting karena nilai yang disampaikan kepala RA diterjemahkan ke dalam perilaku nyata dan kemudian diperkuat melalui pembiasaan dalam kehidupan lembaga. Pembinaan guru dan komunikasi terbuka turut membangun budaya kerja yang kolaboratif, sedangkan evaluasi digunakan untuk menjaga konsistensi dan melakukan perbaikan. Temuan penelitian menegaskan bahwa budaya lembaga pendidikan Islam pada jenjang RA tidak terbentuk hanya melalui aturan dan program formal, tetapi melalui kepemimpinan yang mampu menghidupkan nilai Islam dalam perilaku, hubungan kerja, dan kebiasaan sehari-hari warga lembaga.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Heri Putro

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





