Pembelajaran Bermakna Berbasis Alam melalui Pendekatan Deep Learning pada Anak Usia Dini di TK Mardi Putra Kecamatan Punung

Penulis

  • Retno Widowati Kepala TK Mardi Putra, Kecamatan Punung

DOI:

https://doi.org/10.1212/js.v5i1.106

Kata Kunci:

Deep learning; pembelajaran berbasis alam; eco-print, anak usia dini; pembelajaran bermakna.

Abstrak

Pendidikan anak usia dini memerlukan pendekatan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada pengalaman nyata anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis alam melalui kegiatan eco-print dengan pendekatan deep learning serta dampaknya terhadap perkembangan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Mardi Putra, Desa Punung, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan pada bulan April 2025. Subjek penelitian terdiri atas 14 anak kelas B berusia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eco-print mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak, mengembangkan keterampilan motorik halus, memperkuat pemahaman konsep sains sederhana, serta menanamkan nilai cinta dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan refleksi mendorong anak untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan pengalaman dan gagasan. Pendekatan deep learning terimplementasi melalui pembelajaran yang bersifat aktif, kolaboratif, dan reflektif, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis alam melalui kegiatan eco-print efektif dalam mendukung perkembangan holistik anak usia dini dan dapat menjadi alternatif model pembelajaran kontekstual yang mudah direplikasi di satuan PAUD.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-25

Cara Mengutip

Widowati, R. (2025). Pembelajaran Bermakna Berbasis Alam melalui Pendekatan Deep Learning pada Anak Usia Dini di TK Mardi Putra Kecamatan Punung. JURNAL SENTRA: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 39–48. https://doi.org/10.1212/js.v5i1.106